8 May 2017

6 TIPS MENULIS NOVEL PETUALANGAN



6 TIPS MENULIS NOVEL PETUALANGAN
“Dick baru saja selesai menambal bannya yang bocor, ketika terdengar olehnya bunyi yang ganjil lagi dari arah hutan. Mungkinkah Richard yang sinting itu datang kembali? Didengarkannya bunyi tak dikenal itu, yang makin lama makin dekat. Bukan bunyi bergeresek, seperti ketika Richard merintis semak. Kedengarannya seperti ada orang – orang yang mulai mendekat sambil menyelinap. Dick mulai waswas. Siapakah yang mendekat itu? Atau apakah yang menghampiri tempatnya? Mungkin binatang buas atau mungkin pula cuma sepasang luak? Dick semakin menajamkan telinga.”

Merasa akrab dengan gaya penulisan di atas? Atau masa kecilmu akrab dengan novel seri Lima Sekawan? Ya, cuplikan di atas diambil dari novel seri Lima Sekawan yang berjudul Nyaris Terjebak milik Enid Blyton. Lima Sekawan termasuk seri yang sangat laris dan telah mengalami cetak ulang berkali – kali padahal seri ini sendiri mulai ditulis pada tahun 1949. Wow!

Mark Twain – Tom Sawyer anak Amerika, Suzanne Collins – Mockingjay, Cassandra Clare – City of Ashes, City of Fallen Angels, City of Glass, Arthur Conan Doyle – Sherlock Holmes, Rick Riordan – The Blood of Olympus, Titans Curse, Sea of Monster, C. S. Lewis – The Horse and His Boy, The Last Battle hingga J.K. Rowling – Harry Potter.

Apa yang terbayang di benakmu ketika membaca deretan nama penulis dan judul di atas?
Buku – buku di atas ada yang mulai ditulis di awal abad 20 seperti Tom Sawyer dan Sherlock Holmes, namun sampai lebih satu dekade, kita tetap bisa menikmati keindahan karya penulisnya bukan? Lalu, apa persamaan buku – buku tersebut secara umum?

Ya, buku – buku di atas bergenre petualangan alias adventure. Novel genre petualangan seringkali bersanding dengan genre misteri dan fantasi dan ditujukan untuk segmen pembaca anak – anak dan remaja walau tak menutup kemungkinan novel petualangan dibuat khusus untuk segmen pembaca dewasa. Sangat banyak novel petualang yang diangkat ke layar lebar. Sebut saja Harry Potter, Lima Sekawan the series, Percy Jackson & The Olympians : Lightning Thief & Sea of Monster sampai Sherlock Holmes (yang diperankan dengan apik oleh Robert Downey Jr).

Pada awal abad ke – 19, sebuah cerita petualangan yang ditulis secara khusus untuk anak – anak adalah The Swiss Family Robinson karya Johann Davis Wysss (1812), The Children of the New Forest karya Frederick Marryat (1847) dan The Peasant and The Prince karya Harriet Martineau (1856).

Novel petualangan tanah air sendiri, ada Tahta Mahameru karya Azzura Dayana, yang menyuguhkan petualangan para tokohnya, Faras, Ihsan dan Margareta menjelajahi berbagai daerah, kupasan tentang kehidupan suku Bugis dan pastinya pendakian gunung mahameru dengan nilai -  nilai kehidupan yang dalam.

Ada juga Koin Terakhir karya Yogie Nugraha yang bercerita tentang BIN, Badan Intelijen Negara, keamanan nasional, gejolak politik dan ekonomi global yang berkecamuk.

Novel petualangan dengan warna travelling juga bisa kamu jumpai dalam novel terbaru Riawani Elyta berjudul The Secret of Room 403. Novel pemenang unggulan LMNI 2014 ini akan membawamu berpetualang menyusuri keindahan tempat-tempat wisata di kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau diantaranya Pulau Penyengat dan Pantai Trikora.

Novel lain karya Riawani Elyta yang juga berunsur petualangan adalah novel fantasi Gerbang Trinil. Dalam novel duetnya dengan Syila Fatar yang menyasar pembaca remaja ini, kamu akan diajak mengikuti petualangan Areta saat diculik alien dan dibawa ke sebuah planet yang dihuni para manusia pythe.
Melihat perjalanan dan antusias pembaca di seluruh dunia terhadap novel petualangan yang telah dimulai lebih dari satu dekade yang lalu, menunjukkan bahwa novel petualangan memiliki peluang yang sangat besar dan masih dicari hingga saat ini.

Novel petualangan sendiri adalah novel yang mengisahkan tentang petualangan, suatu usaha yang menarik dan melibatkan resiko dan bahaya fisik, yang membentuk alur cerita utama (Wikipedia).

Tertarik untuk mengekplorasi dan meleburkan dirimu pada sebuah novel petualangan? Yuk simak tips – tips Smart Writer berikut ini :
1.         Menentukan tema yang mengandung unsur petualangan
        Langkah awal dalam menulis, tentunya menentukan tema. Setelah memutuskan novel petualanganmu akan bersanding dengan genre seperti fantasi, perjalanan, atau misteri, maka kamu harus menentukan temanya. Apakah tentang petualangan menemukan harta karun, memecahkan kode rahasia, penculikan oleh makhluk asing, apakah tentang petualangan menembus pekatnya belantara hutan dan tema – tema menarik lainnya.

2.         Menentukan karakter yang sesuai
Karakter dalam novel petualangan biasanya tidak hanya satu orang walaupun tetap ada satu tokoh utama. Buatlah tokoh – tokohmu menjadi karakter yang kuat, memiliki ketabahan dan mampu bertahan dalam situasi – situasi buruk. Pastikan juga ada tokoh yang memiliki kemampuan fisik yang baik dan memang sesuai untuk menjalani petualangan – petualangan seru yang melibatkan banyak adegan fisik.
Novel petualangan adalah salah satu genre novel yang seringkali tidak melibatkan unsur romansa di dalamnya terutama untuk segmen pembaca anak – anak hingga remaja. Jadi novel ini sangat cocok buat kamu yang ingin fokus pada petualangan yang dialami tokoh – tokohnya tanpa perlu mengeksplorasi hubungan spesial antar tokohnya.

3.         Mencari data pendukung dan suasana petualangan
Tentunya data pendukung dan menciptakan atmosfir petualangan sangat penting ketika memutuskan untuk menulis sebuah novel petualangan.
Menulis sebuah novel bisa memakan waktu yang lama. Dalam proses pembuatannya, pastikan kamu berada dalam atmosfir petualangan yang mendukung ide – idemu mengalir lancar. Tentunya dengan membaca, menonton, dan fokus dengan petualangan yang kamu tulis.

4.         Membangun kerangka kokoh yang menguatkan unsur petualangan
Ini sangat penting. Novelmu bergerak dari kerangka yang kamu buat, jadi pastikan kerangka novelmu adalah kerangka yang kokoh agar tidak terjadi kejanggalan ketika kamu menuangkannya ke dalam jalinan  cerita.

5.         Membuat konflik yang menantang
Ini adalah bagian yang membutuhkan energi ekstra. Ada beberapa konflik yang harus kamu  masukkan ke dalam novelmu. Mulai dari konflik – konflik kecil hingga mencapai puncaknya dan menurun kembali.
Dalam  novel petualangan, tokoh antagonis seringkali memang penjahat dan tokoh utama bisa saja masih anak – anak atau remaja. Gambarkan adegan – adegan seru pada saat terjadi konflik dengan lugas dan cepat, tanpa melupakan detil yang mendukung. Dan pastikan kamu menyesuaikan usia tokohnya dengan cara penyelesaian konflik atau caranya menghadapi konflik tersebut.
Misalnya ketika tokohmu adalah remaja usia sekolah menengah, tidak mungkin dia bisa selihai detektif profesional ketika menghadapi penjahat. 

6.         Menguatkan unsur petualangan pada banyak bagian di novelmu
Salah satu ciri khas novel petualangan adalah banyaknya adegan yang dilakukan di luar ruangan alias outdoor karena akan cukup sulit melakukan adegan – adegan aksi di dalam ruangan alias indoor. Dengan banyaknya deskripsi outdoor, perbanyaklah perbendaharaan tentang pemandangan, alam dan hal – hal yang bersetting di luar ruangan.
Banyak – banyaklah mengamati lingkungan berikut detil – detilnya seperti suara alam, suara binatang, dan suasana pendukung deskripsi tentang latar belakang adegan aksi dalam novel petualanganmu.
Petualangan juga lekat dengan perjalanan, jadi pastikan perjalanan tokohmu melewati tahapan- tahapan seru dibarengi aksi – aksi memukau dan membuat adrenalin pembacamu berpacu.

Petualangan, satu kata yang menggambarkan banyak makna, keseruan, aksi, misteri, perjalanan penuh tantangan, yang memacu detak jantung, dan membuat para penikmatnya enggan beranjak sebelum menyelesaikan semua bagian cerita. Jadi, jika kamu mau meledakkan adrenalinmu dan menuangkannya untuk berbagi keseruan penuh aksi, novel petualangan adalah pilihan yang tepat.

Sebagai penutup, kami hadiahkan trailer novel Gerbang Trinil ini, semoga bisa jadi inspirasimu untuk menulis novel petualangan yang seru :D
 

Riawani Elyta
Risa Mutia

8 comments:

  1. Wahh nice tip.

    Novel petualangan favorit saya adalah karya Karl May.

    Seri Amerika, Balkan dan Eropa.
    Era sebelum perang dunia pertama.
    "Winnetou ketua suku Apache" salah satu karyanya.

    Nice.
    Tfs

    ReplyDelete
  2. Wahh nice tip.

    Novel petualangan favorit saya adalah karya Karl May.

    Seri Amerika, Balkan dan Eropa.
    Era sebelum perang dunia pertama.
    "Winnetou ketua suku Apache" salah satu karyanya.

    Nice.
    Tfs

    ReplyDelete
  3. makasih tipsnya mbak, saya nulis blog aja masih belepotan

    ReplyDelete
  4. Makasih kak, diawali rajin2 nulis blog dulu deh. Semoga kedepannya bisa mengikuti jejak kak ria.amin

    ReplyDelete
  5. Pantes kayaknya familiar banget ama cuplikan adegan di paragraf pertama.. Ternyata emang dari novel favoritku :D

    Btw, makasih tipsnya mbak. Bookmarked. Buat bekal nulis novel petualangan (yang sampe sekarang gak kelar2) huehehe..

    ReplyDelete
  6. Wah sangat bermanfaat mbak... terutama bagi saya baru belajar menulis fiksi dan semi fiksi....

    ReplyDelete
  7. Baru tahu kalau lima sekawan distulis tahun 1949

    ReplyDelete
  8. Mantap tipsnya. Semoga bisa dipraktekkan :)

    ReplyDelete