30 August 2016

7 TIPS MENULIS NOVEL MISTERI

7 TIPS MENULIS NOVEL MISTERI

Novel misteri, hmmm…. Agatha Christie dengan Hercule Poirotnya, Arthur Conan Doyle dengan Sherlock Holmesnya,  atau dari tanah air ada novel-novelnya S. Mara Gd. Yang cukup baru ada Rahasia Meede,  The Jacatra Secret, Negara Kelima, Koin Terakhir, Misteri Patung Garam, The Half Mask, dan tentu saja novel terbaru Riawani Elyta : The Secret of Room 403.

 Melihat sederet judul dan nama penulis di atas, pasti sudah terbayang apa yang dimaksud novel misteri 'kan? Yups, novel misteri adalah novel yang memuat kisah misteri, bisa tentang pengungkapan pembunuhan berantai/thriller, konspirasi politik, misteri sebuah peradaban hingga misteri tentang apa saja yang membuat rasa penasaran pembaca.

Nah, kata kunci untuk novel misteri adalah PENASARAN. Kalau novel horor menimbulkan perasaan takut atau mencekam, nah kalau misteri membangkitkan rasa penasaran. Namun banyak juga penulis yang mencampur kedua genre ini dalam satu novel. Novel misteri yang ditulis oleh penulis Indonesia memang belum sebanyak penulis dari luar negeri. Selain karena genre ini cukup sulit, juga membutuhkan riset yang dalam dan biasanya memakan waktu relatif lama. Tetapi jika kita menyukai genre ini, insya Allah tak terlalu sulit untuk menulis novel misteri yang mampu membuat penasaran pembaca.

Berikut tips-tips yang bisa kita praktekkan untuk membuat novel misteri :
      1.      Membaca dan menonton
Ada banyak novel, film dan novel misteri yang diangkat ke layar lebar dengan berbagai tema. Selain untuk merasakan nuansa misteri itu sendiri, membaca dan menonton akan membantu kita mengembangkan imajinasi tentang novel misteri yang nantinya akan kita tulis.
Contoh serial misteri yang bagus untuk ditonton adalah The X-Files. Selama 9 tahun serial ini sukses memanjakan penyuka serial misteri dengan berbagai misteri berbalut fiksi ilmiah dengan dua tokoh utamanya, agen FBI Fox Mulder dan Dana Scully.

       2.      Mengembangkan tokoh protagonis dan antagonis yang kuat
Dalam sebuah cerita misteri terutama yang berseri dan mengungkapkan berbagai kasus (utamanya kasus pembunuhan), tokoh utamanya biasanya adalah seorang detektif. Hal ini sekaligus menentukan sudut pandang penceritaan yaitu dari sudut pandang sang detektif. Deskripsikan dengan detil tokoh protagonis ini mulai dari jenis kelamin, usia, hobi, bagaimana cara kerjanya hingga ciri khas yang melekat di dirinya. Tokoh utama ini biasanya dibantu oleh seorang rekan. Deskripsikan juga bagaimana tokoh pendamping ini bekerja membantu tokoh utama.
Hal ini berlaku sama walaupun tema yang kita angkat bukan pembunuhan. Sebuah misteri yang diteliti membutuhkan seorang tokoh yang memiliki rasa penasaran sebagai representasi rasa penasaran pembaca untuk menyibak misteri tersebut.
Sedangkan tokoh antagonis bisa berujud seorang pembunuh, misteri dengan berbagai tokoh di dalamnya bahkan alien/makhluk asing sekalipun tetap menarik untuk diangkat.
Dibutuhkan riset tentang psikologi manusia untuk membuat tokoh antagonis ini, jadi banyak-banyaklah membaca tentang ilmu psikologi untuk membuat tokoh antagonis yang sempurna.

      3.      Kunci sebuah novel tetap di lima halaman pertamanya
Untuk sebuah novel misteri, awalilah dengan kisi-kisi menuju kasus/misteri yang akan diungkap oleh sang tokoh utama, bisa juga dengan prolog berupa adegan menegangkan dari cerita, jadi buatlah sebuah misteri/kejahatan yang sempurna, yang akan membuat pembaca penasaran dan tak sabar ingin mengetahui bagaimana kisah selanjutnya dan bagaimana misteri ini dipecahkan.

(Untuk contoh prolog novel misteri, silakan klik link ini : Tragedi Berdarah di Mushola)

      4.   Bangunlah efek dramatis dari petunjuk-petunjuk untuk pemecahan kasus. Efek dramatis bisa didapatkan dari sang tokoh atau orang yang dekat dengan tokoh utama yang hampir menjadi korban dari kejahatan/misteri dari novel tersebut. Siapkan juga kejutan-kejutan dimana sang tersangka bisa mengarah ke beberapa tokoh (untuk tema pembunuhan). Berikan efek waktu yang padat dan rapat untuk membantu menciptakan ketegangan dimana sang tokoh utama harus bergerak cepat sebelum terjadi kejahatan lagi.

      5.      Ending yang tidak biasa
Kejahatan atau misteri tetap membutuhkan sebuah alasan manusiawi untuk dilakukan, sekalipun pelakunya adalah seorang psikopat atau sosiopat (khusus tema pembunuhan). Di akhir cerita biasanya hampir semua misteri terpecahkan, namun tetap sisakan sebuah misteri yang terus membuat pembaca penasaran alias menggantung. 

      6.     Saat ini, banyak tema misteri dikombinasikan dengan tema thriller di dalam novel. Gali sedalam mungkin dan jangan takut mengangkat tema yang tidak biasa selama mengandung unsur misteri di dalamnya. 
  
    7.  Baca berkali-kali novel yang telah kita tulis, sudahkah menggelitik rasa penasaran terdalam pembaca? Untuk uji coba apakah novel kita layak dikirimkan/diterbitkan, tidak ada salahnya meminta orang lain untuk membacanya, jika dirasa sudah baik, silakan  dikirimkan. Masih banyak penerbit yang mau menerbitkan novel misteri terutama dengan gaya penceritaan unik dan misterius yang mampu meledakkan rasa penasaran terbesar para penyuka genre misteri ini.

Sebuah misteri akan tetap menjadi misteri jika tak ada yang bersedia mengangkatnya dan menyajikannya untuk diungkapkan. Pertarungan kejeniusan sang pembuat misteri dan sang penuntas misteri dipertaruhkan lewat jebakan-jebakan yang dibalut alur dramatis, berkejaran dengan waktu yang menuntut penyelesaian akan rasa penasaran yang harus segera dituntaskan.

Selamat menulis novel misteri :)

*******

Riawani Elyta
Risa Mutia

3 comments:

  1. Tipsnya keren mba dan perlu buat variasi menulis sambil belajar mana yang cocok

    ReplyDelete
  2. sukaaa bangeet (baca) novel misteri. makasih tipnya :") semoga suatu saat bs bergerak jadi penulis ga cuma baca aja hehe

    ReplyDelete
  3. aku pernah pengen bikin novel, tap paling bingung alurnya harus gimana hiks
    tipsnyna bagus btw mbak :D

    ReplyDelete